Kisah Berita yang Membuatku Takut

Aku, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa’ad bin Abi Waqqash adalah sahabat baik. Kami semua sepantaran dan kami juga tumbuh bersama. Persahabatan kami sangat kuat.

Ketika kami berumur enam belas tahun, teman kami yang juga sepupu Ali, namanya Muhammad, mengaku menjadi nabi pilihan Allah. Berita ini membuatku tertarik. Kami semua sangat menyayangi Muhammad. Hingga hari itu, tak seorang pun pernah mendengarnya berbohong. Sekarang, ia berkata ialah sang nabi terpilih. Jadi, kami pun percaya kepadanya dan tak lama kemudian kami semua masuk Islam.

Setelah kami menjadi Muslim, persahabatan kami bahkan tumbuh lebih kuat lagi. Sekarang kami menjadi saudara dalam Islam, siap untuk bahkan mengorbankan nyawa kami sendiri demi Rasulullah SAW.

Suatu hari, seorang penduduk Mekkah yang tidak tahu bahwa aku sudah masuk Islam memberitahuku bahwa Rasulullah SAW. tertangkap dan dibawa pergi. Beliau ditangkap oleh musuh-musuh Islam, orang-orang kafir, para penyembah berhala. Berhala-berhala di Mekkah adalah patung dari kayu atau batu yang dipahat. Lalu, berhala-berhala itu disembah oleh orang yang menciptakan mereka. Berhala itu tidak menciptakan orang, oranglah yang menciptakan berhala. Karena tak seorang pun menunjukkan betapa tidak masuk akalnya tindakan ini, orang terus melakukannya selama bertahun-tahun.

Apa yang kudengar itu membuatku panik. Aku menghunus pedangku dan pergi untuk memberitahukan berita itu kepada teman-temanku. Aku mengajak mereka dan kami semua siap menyelamatkan Rasulullah SAW.

Ketika sampai di sana, kami mendapati Rasulullah SAW. tengah berbicara dengan musuh. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, berita itu tidak benar. Ketika melihatku siap menggunakan pedang, Rasulullah SAW. bertanya apa yang akan kulakukan. Aku menjelaskan keadaannya kepada beliau dan atas hal ini Rasulullah SAW. pun mendoakanku.