Kisah Kebaikan Kupu-Kupu (Spanyol)

Semut bernyanyi riang, ia yakin pada hari yang cerah ini pasti akan mendapatkan banyak makanan. Saat sedang berjalan, semut melewati kepompong.

“Duh, sungguh malang nasibmu kepompong. Kau tak bisa ke mana-mana. Hanya diam di wadahmu. Coba kau lihat aku, aku bisa pergi ke mana pun aku mau,” ejek semut, sombong.

Mendengar hai itu, kepompong hanya diam, ia tak membalas perkataan semut. Sementara itu, semut pun melanjutkan perjalanannya mencari makanan. Begitu yang terjadi setiap harinya.

Beberapa hari berlalu, semut kembali melewati kepompong. Tetapi, tak ditemukan kepompong di tempat biasa.

“Ke mana perginya si kepompong?” batin semut, heran, la ingin kembali meledek kepompong. Tetapi rupanya kepompong sudah tak ada.

Semalam habis turun hujan sehingga jalanan jadi berlumpur. Semut tak menyadari itu. la melewati jalan berlumpur tersebut. Olala… semut terjebak di lumpur itu! la tak bisa bergerak. Bahkan lumpur itu seakan mau menelannya.

“Tolong… tolong aku” teriak semut.

Seekor kupu-kupu mendengar teriakan semut, ia langsung menghampiri semut dan menolong si semut. Semut pun akhirnya selamat.

“Terima kasih… kau baik sekali telah menolongku. Tetapi siapa kau, sepertinya baru kali ini aku melihatmu,” kata semut.

“Aku adalah kepompong yang selama ini kau ejek. Sekarang aku telah berubah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke manapun aku mau. Bahkan aku memiliki sayap dan bisa menolongmu” ucap kupu-kupu.

Sungguh semut merasa malu dan bersalah. Rupanya kepompong yang selama ini ia ejek memiliki hati yang baik. Semut segera meminta maaf kepada kupu-kupu. la berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruknya lagi kepada siapa pun. Sejak saat itu, semut dan kupu-kupu menjadi teman baik.

Pesan Moral : Jangan balas keburukan dengan keburukan. Balaslah keburukan dengan kebaikan. Maka kau akan memperoleh sesuatu yang lebih Indah.