Kisah Tikus dan Singa

Suatu ketika, seekor singa sedang berlari dari kejaran pemburu. Jika hanya satu pemburu, ia akan dengan mudah melawannya. Tapi ini hampir sepuluh pemburu mengejarnya. Satu anak panah menusuk kaki singa. Meskipun begitu, Singa tetap berlari walau dengan merintih kesakitan.

Di tengah hutan, singa menemukan sebuah gua yang cukup gelap. Tanpa banyak berpikir, dia masuk dan berlindung di dalamnya. Selama berhari-hari Singa berada di dalam gua. Luka di kakinya semakin parah saja. Hingga untuk keluar dari gua saja Singa tidak mampu.

Pada hari keempat, Singa bertemu dengan seekor tikus yang rupanya juga tinggal di dalam gua. Melihat singa yang kesakitan. Tikus merasa kasihan.

“Tolong aku,Tikus. Cabutkan anak panah yang menancap di kakiku. Aku sangat kesakitan” ucap Singa, benar-benar kesakitan.

“Baiklah, akan aku coba lepaskan. Tahanlah sedikit karena pasti akan jauh lebih sakit saat dilepaskan,” ujar tikus, bersiap memberi aba-aba.

Benar saja. Singa mengaum cukup keras saat Tikus mencoba mencabut anak panah yang menusuk kaki Singa. Tikus kaget sekali mendengar auman singa. Tapi, anak panah berhasil dicabutnya. Tidak sampai di situ, Tikus juga terus merawat luka Singa dengan telaten. Hingga akhirnya perlahan luka Singa mulai menghilang.

“Terima kasih, Tikus. Kau telah merawatku. Sekarang aku sudah bisa pergi,” ucap Singa.

“Pergilah,” ucap Tikus, la merasa senang karena dapat membantu Singa.

Suatu hari, tikus mendapatkan masalah besar. Dia terperosok ke dalam sungai yang penuh dengan buaya. Berkali-kali tikus meminta tolong. Tapi tidak ada yang menyahut panggilannya. Akhirnya tikus putus asa dan siap menerima kematiannya hari itu. Tetapi tiba-tiba dengan cepat singa menangkap tikus dan membawanya ke tepian. Tikus begitu kaget melihat singa.

“Kenapa kau harus kaget. Kau pernah menolongku, tikus. Jadi tidak salah jika aku pun melakukan hal yang sama,” ucap singa, tersenyum.

Tikus masih terperangah tidak percaya. Ternyata kebaikannya pada singa masih diingat oleh singa. Dan hari ini singa menolongnya dari ancaman buaya.

Pesan Moral : Kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia. Karena terkadang kita tidak tahu siapa yang akan menolong kita ketika kita sedang kesulitan.