Kisah Wasiat Sang Ayah (Yunani)

Ada seorang petani memiliki tiga putra. Petani itu sudah sangat tua dan sering sakit-sakitan sehingga merasa hidupnya sudah tak lama lagi. Hari itu, ia memanggil ketiga anaknya untuk membicarakan perihal warisan dan Wasiat Sang Ayah.

“Anakku, sepertinya tak lama lagi ayah akan meninggal. Ayah hanya memiliki ladang yang tak begitu luas. Tetapi, di
dalam ladang itu terdapat harta karun yang sangat banyak. Ayah Ingin kalian tak menjual ladangku, Galilah semampu kalian untuk menemukan harta karun itu,” ucap ayahnya.

“Baik, ayah,” kata ketiga anaknya.

Beberapa hari kemudian, petani itu pun meninggal dunia. Ketiga anaknya sangat bersedih. Tetapi, ayah mereka berpesan agar jangan terlalu lama bersedih. Sehingga beberapa hari setelah kematian sang ayah, ketiga putra petani pun mulai menggali ladang dan mencari harta karun yang diceritakan oleh ayah mereka.

Lama mereka menggali. Sampai beberapa hari. Namun, masih tak kunjung ditemukan harta karun yang diceritakan oleh sang ayah.

“Apakah ayah berbohong kepada kita?” tanya anak pertama.

“Sepertinya tidak, Kak. Ayah adalah orang yang baik dan bijaksana, Ia tak pernah berbohong kepada kita” jawab anak kedua.

“Betul apa yang dikatakan Kakak kedua. Lebih baik kita menggali lagi ” terang anak ketiga.

Mereka terus saja menggali. Hingga ladang yang tadinya rata sekarang menjadi gembur. Kemudian mereka beristirahat sejenak.

“Kak, ladang kita sudah gembur. Bagaimana kalau kita tanami dulu dengan gandum? Lagi pula kita tak juga mendapatkan harta karunnya,” kata anak ketiga.

Kedua kakaknya setuju dengan usul sang adik. Mereka pun mulai menanami ladang itu dengan gandum. Beberapa bulan kemudian, gandum-gandum itu tumbuh dengan subur. Saat panen tiba, panen mereka melimpah. Mereka pun menjualnya ke pasar. Wah! Banyak sekali uang yang mereka dapatkan.

“Sepertinya ini yang dimaksud oleh ayah tentang harta karun yang ada di ladang kita.

Harta karun itu adalah gandum-gandum yang kita tanam,” ucap anak ketiga.

Kedua kakaknya pun berpikir. Apa yang dikatakan oleh adik mereka memang benar. Sepertinya sang ayah mengatakan seperti itu agar ketiga anaknya mau bekerja keras. Kini, ketiga saudara itu tahu, bahwa wasiat yang diberikan ayahnya sungguhlah berharga. Esok mereka akan menanam gandum lebih giat lagi.

Pesan Moral : Untuk mendapatkan sesuatu, dibutuhkan usaha dan kerja keras. Mari kita giat belajar dan berkerja keras agar apa yang kita inginkan bisa tercapai.