Green children from Woolpit (UK)

Green children from Woolpit (UK)

Once upon a time in a village called Woolpit, England. One day the villagers were surprised and amazed by the presence of two small children who came from nowhere. They crawled out of a ditch. The two children were the only girl and the only boy, the boy looked younger. They both wore strange clothes and spoke in languages ​​that were not understood by the villagers. Besides their skin color is green, it makes the people confused and wonder, who are they?

One resident said, “Who are these two little kids? How strange, they are similar to us but the color of their skin is green. “Other residents also exclaimed,” Poor them, from the look on their faces without sadness, I will help them, “said one resident and then came to the two children. “Hello, who are you children? Are you all right? What village are you from,” asked one resident. The older girl answered, but all the residents did not know what the child said. “What about this? What are they talking about, I don’t know what that means, “asked the residents to other residents. Then the residents agreed, the two children would be taken to the house of Sir Richard de Calne, a landlord in the village.

After residents drove the two children to Sir Richard de Calne’s house, they were then brought into the house. Sir Richard de Calne took care of them and treated them like their own children. But unfortunately, the boy was sick, less than a year he lived in the house of Sir Richard de Calne, a boy who died. Sir Richard de Calne was very sad. Fortunately, a girl who survived

Several years passed, the girl grew into a beautiful adult woman. In line with the development of his age, the green color on his body increasingly disappeared and changed to normal. He was given the name Agnes.

While at Sir Richard’s house, Agnes learned English. When he was fluent, he began to tell how he and his younger brother had gotten to Woolpit. He said that they came from a place that had dusk-colored light and all the residents were green-skinned. Where they live, there is a large river separating their village from other villages that are always brightly lit.

One day, when the two of them were helping their father guard the cattle, Agnes and her sister heard the sound of a bell in the cave. Out of curiosity they followed the sound and entered the cave until they found a hole in the ground surface (trench) that reached Woolpit. That’s when the two children were seen by the villagers in the field.

As an adult Agnes lived like other girls in the village of Woolpit. Because of her beauty, Agnes was then proposed by a young royal nobleman from Norfolk named Richard Barre. Agnes then used the name Agnes Barre. Agnes and her husband lived peacefully until the end of their lives.

* Many people in the UK believe that the story of these two children is related to the vibrations of Earl Ferrers (British aristocracy). Current Earl Ferrers title holders are direct descendants of Agnes. One of the ancestors of Earl Ferrers was named Sir John Barre.

About The Author

Anak-anak Berwarna Hijau dari Woolpit (Inggris)

Anak-anak Berwarna Hijau dari Woolpit (Inggris)

Alkisah di sebuah desa bernama Woolpit, Inggris. Pada suatu hari para penduduk desa merasa heran dan takjub dengan kehadiran dua anak kecil yang datang entah dari mana. Mereka keluar merangkak dari sebuah parit. Dua anak itu satunya perempuan dan satunya laki-laki, si anak laki-laki tampak lebih muda. Mereka berdua menggunakan pakaian yang aneh dan berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh penduduk desa. Selain itu warna kulit mereka berwarna hijau, hal itu membuat para penduduk bingung dan bertanya-tanya, siapakah mereka ini?

Seorang penduduk berkata, “Siapa dua anak kecil itu ya? Kok aneh sekali, mereka mirip dengan kita namun warna kulitnya hijau.” Warga lain pun berseru, “Kasihan mereka, dari raut mukanya mereka tanpak sedih, aku akan menolongnya,” ujar seorang warga lalu mendatangi dua anak itu. “Halo, siapa kalian nak? Apakah kalian baik-baik saja? Kalian ini dari desa mana,” tanya seorang penduduk. Si anak perempuan yang lebih dewasa menjawab, namun semua warga tidak tahu apa yang dikatakan oleh anak tersebut. “Bagaimana ini? Mereka bicara apa, aku tak tahu artinya,” tanya warga kepada warga lainnya. Kemudian penduduk pun sepakat, kedua anak itu akan dibawa ke rumah Sir Richard de Calne, seorang tuan tanah di desa itu.

Setelah penduduk mengantarkan dua anak tersebut ke rumah Sir Richard de Calne, mereka lalu dibawa masuk ke rumah. Sir Richard de Calne merawat mereka dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri. Namun sayang sekali, si anak lelaki sakit, kurang dari setahun ia tinggal di rumah Sir Richard de Calne, anak yang laki-laki meninggal. Sir Richard de Calne sangat sedih sekali. Untunglah, anak yang perempuan berhasil bertahan hidup

Beberapa tahun pun berlalu, si anak perempuan itu tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Sejalan dengan perkembangan usianya, warna hijau pada tubuhnya semakin lama semakin menghilang dan berubah menjadi normal. Ia diberi nama Agnes.

Selama di rumah Sir Richard, Agnes belajar bahasa Inggris. Ketika ia sudah lancar berkomunikasi, ia mulai menceritakan bagaimana ia dan adik laki-lakinya bisa sampai ke Woolpit. Ia mengatakan bahwa mereka berasal dari sebuah tempat yang memiliki cahaya berwarna senja dan semua penduduk berkulit hijau. Di tempat mereka tinggal, ada sebuah sungai besar memisahkan desa mereka dengan desa lain yang selalu terang benderang.

Suatu hari, ketika mereka berdua sedang membantu ayah mereka menjaga ternak, Agnes dan adiknya mendengar suara lonceng di dalam gua. Karena penasaran mereka mengikuti suara itu dan masuk ke dalam gua sampai mereka menemukan lubang di per­mukaan tanah (parit) yang sampai ke Woolpit. Saat itulah kedua anak itu terlihat oleh para penduduk desa yang ada di ladang.

Setelah dewasa Agnes pun hidup seperti gadis-gadis lain di desa Woolpit. Karena kecantikannya, Agnes kemudian dilamar oleh seorang pemuda bangsawan kerajaan dari Norfolk bernama Richard Barre. Agnes kemudian menggunakan nama Agnes Barre. Agnes dan suaminya hidup tentram hingga akhir hayatnya.

* Banyak orang di Inggris percaya bahwa kisah dua anak ini berhubungan dengan getar Earl Ferrers (gelar bangsawan Inggris). Pemegang gelar Earl Ferrers yang sekarang adalah keturunan langsung dari Agnes. Salah satu leluhur dari Earl Ferrers bernama Sir John Barre.

About The Author

Translate »