Burung Hantu Yang Bijaksana

Burung Hantu Yang Bijaksana

Kukurana adalah seekor burung hantu yang selalu menjadi tempat bercerita bagi para binatang. Hampir semua binatang sudah pernah datang kepadanya untuk mencari solusi atas masalah-masalah mereka.

Semua berawal dari seorang peri yang sedang sedih dan duduk di tempat yang dekat dengan rumahnya. Hari sudah gelap di dalam hutan. Namun, peri tak bergeming sedikit pun. Dia tetap duduk dan melipat kedua tangan di kakinya. Wajahnya yang tenggelam di antara kedua kaki tidak cukup terlihat oleh Kukurana.

Karena kasihan, Kukurana memutuskan untuk menghampiri peri yang tidak bergerak itu. la ragu untuk melangkah. Angin bertiup lembut dan menggoyangkan daun-daun di pohon rindang rumahnya. Di balik pepohonan, cahaya rembulan menerpa Kukurana dan Peri. Kukurana hanya diam saja di sisi peri. Mungkin suasana hati peri memang sedang sangat tidak baik.

“Aku merasa tidak berguna sebagai peri” ujar peri yang tiba-tiba saja mulai berbicara.

“Lalu?” tanya Kukurana.

“Aku marah karena tidak ada yang mau membantuku “ucap Peri lagi.

“Lalu?” tanya Kukurana kembali.

Begitu seterusnya. Setiap kali peri bercerita, Kukurana hanya membalasnya dengan kata “lalu”. Padahal, peri sudah banyak sekali bercerita tentang masalahnya.

Dan ketika peri hendak mengakhiri ceritanya, ia balik bertanya kepada Kukurana. “Kenapa sedari tadi hanya kata
“lalu” yang kau ucapkan? Tidak adakah saran yang bisa kau berikan?”

“Terkadang kita hanya membutuhkan pihak lain untuk mendengarkan keluh kesah kita. Dalam hal ini aku menempatkan diri sebagai pendengar yang baik. Bukankah kau juga merasa lebih baik setelah menceritakan masalahmu kepadaku?” tanya Kukurana seraya tersenyum.

“Benar juga. Aku merasa lebih baik setelah bercerita. Walaupun sejatinya kau hanya mendengarkanku. Kau adalah burung hantu yang paling bijaksana yang pernah kutemui “jawab Peri senang.

Peri pulang dengan hati yang lega. Kukurana berhasil membuat kesedihannya sirna hanya dengan mendengarkan semua cerita si peri yang sedang sedih.

Pesan Moral :

Hanya dengan mendengarkan cerita lain, kita akan mengurangi beban mereka. Walaupun tidak ada yang kita lakukan selain mendengarkannya saja.

About The Author

The Wise Owl

The Wise Owl

Kukurana is an owl that has always been a storytelling place for animals. Almost all animals have come to him to find solutions to their problems.

It all started with a fairy who was sad and sat in a place close to her house. It was dark in the forest. However, the fairy did not budge in the slightest. He remained seated and folded his arms at his feet. Kukurana’s face that sank between her legs was not seen enough.

Out of pity, Kukurana decided to approach the immovable fairy. He hesitated to step. The wind blew gently and shook the leaves on the shady tree of his house. Behind the trees, the moonlight hits Kukurana and Elves. Kukurana just stay by the side of the fairy. Maybe the mood of the fairy is really not very good.

“I feel as useless as a fairy,” said the fairy who suddenly started talking.

“Then?” Kukurana asked.

“I’m angry because no one wants to help me,” said the Elves again.

“Then?” Kukurana asked again.

And so on. Every time a fairy tells, Kukurana only replies with the word “then”. In fact, fairies have told a lot about the problem.

And when the fairy was about to end the story, he asked Kukurana back. “Why was it just a word
“then” are you saying? Is there no advice you can give? ”

“Sometimes we just need the other party to listen to our complaints. In this case I put myself as a good listener. Don’t you also feel better after sharing your problems with me?” Kukurana asked with a smile.

“That’s true. I feel better after telling stories. Even though in truth you only listen to me. You are the wisest owl I’ve ever met,” answered the elves happily.

The fairy returns home with a relieved heart. Kukurana managed to make her sadness disappear just by listening to all the stories of the fairy who was sad.

Moral message :

Only by listening to other stories, we will reduce their burden. Even though there’s nothing we can do but listen.

About The Author

Leave a reply

Translate »