Greedy Rat and Weasel

Greedy Rat and Weasel

A hungry mouse finds a basket full of corn. He then tried to enter the basket through a very narrow gap that covered the mouth of the basket. The corn was so tempting that the Rat forced himself to enter the basket. Finally, with difficulty, the Rat managed to get in and immediately eat greedily until his stomach became very full, and even made his body three times bigger than before entering the basket earlier.

Finally the rat felt satisfied and pulled its heavy body out of the basket, but all he could do was pull his head out of the narrow gap. It was there that he moaned and complained that he couldn’t get out.

That’s when a weasel passes by, and when the Weasel sees the rat, he immediately understands the incident experienced by the Rat.

“Friend,” said the Weasel, “I understand all the events that have happened to you. You are so full that you cannot get out. That is a punishment for you. You will remain there until your body is as thin as before you entered – if you want to get out . ”

Greed brings bad luck.

About The Author

Tikus yang Rakus dan Musang

Tikus yang Rakus dan Musang

Seekor tikus yang lapar, menemukan sebuah keranjang yang penuh dengan jagung. Ia lalu berusaha untuk masuk ke keranjang tersebut melalui satu celah yang sangat sempit yang menutupi mulut keranjang. Jagung tersebut begitu menggiurkan sehingga sang Tikus memaksa dirinya untuk masuk ke dalam keranjang. Akhirnya dengan susah payah, sang Tikus berhasil masuk dan langsung makan dengan rakusnya hingga perutnya menjadi sangat kenyang, dan bahkan membuat badannya tiga kali lebih besar dibandingkan sebelum masuk ke dalam keranjang tadi.

Akhirnya sang tikus merasa puas dan menarik dirinya yang berat untuk keluar dari keranjang, tetapi hal yang bisa ia lakukan, hanyalah mengeluarkan kepalanya dari celah sempit itu. Di sanalah ia mengerang-ngerang dan mengeluh karena tidak bisa keluar.

Saat itulah seekor musang lewat, dan ketika sang Musang melihat tikus tersebut, ia langsung mengerti kejadian yang dialami oleh sang Tikus.

"Teman," kata sang Musang, "Saya mengerti semua kejadian yang menimpa kamu. Kamu benar-benar kekenyangan sampai tidak bisa keluar. Itulah hukuman bagi kamu. Kamu akan tetap tinggal di sana sampai badanmu sekurus sebelum kamu masuk tadi – apabila kamu ingin keluar."

Keserakahan membawa nasib buruk.

About The Author

Translate »